Komisaris Utama          : Ir. Donald Sihombing

                                    : Djalan Sihombing

                                    : Ronald Sihombing

                                    : Christin Uli Sihombing

Continue reading

94, 6 FM Radio Pelita Batak

94, 6 FM Radio Pelita Batak dipancarkan dari Puncak Dolok Margu, Kabupaten Humbang Hasundutan. Radio Pelita Batak, radio swasta di Kabupaten Humbang Hasundutan yang menyajikan produk siaran informatif, edukatif, dan infotainment. Radio yang memberi arah dan fokus yang jelas kepada pendengarnya.

Dengan latar belakang membentuk masyarakat yang mandiri di berbagai kabupaten yang ada di Tapanuli seperti Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tobasa, Samosir, Simalungun dan daerah-daerah yang dapat menerima jangkauan siaran kami, serta pendengar di seluruh jangkauan live streaming http://radiopelitabatakfm.com

 

 

 

Stand Radio Pelita Batak

Meski hujan, kru Radio Pelita Batak tetap semangat mengikuti pameran pembangunan dalam rangka menyambut ulang tahun Kabupaten Humbang Hasundutan yang ke 10, di lapangan Merdeka Doloksanggul.

Hari kedua, kru Radio Pelita Batak, harus bekerja keras, menghalau air hujan. Maklum, letak stand Radio Pelita Batak yang disediakan panitia, paling rendah, dan paling pojok. Meskipun stand Radio Pelita Batak, tersembunyi, namun para pengunjung cukup banyak. Selain berkunjung ke stand, para pengunjung yang juga pendengar radio, ingin mengenal secara dekat Radio Pelita Batak. Pameran pembangunan berlangsung dari tanggal 24-27 Juli 2013.

HARI INI PENYERAHAN SIMBOLIS BLSM DI HUMBAHAS

Tepatnya hari Jumat, 28 Juni 2013, penyerahan simbolis Bantuan Langsung Masyarakat (BLSM) kepada Rumah Tangga Sasaran atau RTS Humbang Hasundutan, dilakukan di halaman Kantor Pos Doloksanggul.  Dalam laporannya, Ketua Kantor Pos Tarutung, Johny Silalahi menyampaikan bahwa masyarakat penerima Kartu Perlindungan Sosial atau KPS di Humbang Hasundutan ada sebanyak 12.526, yang terdapat di 10 Kecamatan dengan jumlah 154 desa.

Di depan masrayakat penerima BLSM, Bupati Humbang Hasundutan, Maddin Sihombing, mengatakan, “Pemberian BLSM merupakan kebijakan pemerintah pusat pasca naiknya bahan bakar minyak atau BBM.” Meskipun hanya Rp 150 ribu perbulannya, bupati mengharapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan para RTS dengan baik.

Menyikapi masyarakat yang tidak mendapatkan BLSM, Maddin Sihombing menjelaskan kepada masyarakat, bahwa dalam proses pembuatan data, selalu ada kekurangan. Maddin Sihombing mengatakan, “BLSM sudah melalui proses yang panjang, yakni mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga ke pusat. Bahkan penerima BLSM sudah dibahas oleh tim di Jakarta sebelum ditetapkan oleh Menteri Sosial.”

Sementara itu, kepada Tim Liputan Pelita Batak, beberapa warga penerima BLSM mengaku bantuan yang mereka terima, belum bisa dikatakan membantu kebutuhan mereka. Munthe yang berprofesi sebagai petani, mengatakan, harga pupuk dengan bantuan yang mereka terima belum bisa menutupi. Perihal bantuan yang mereka terima, Munthe lebih setuju jika pemberian BLSM diberikan sekaligus, agar bantuan tersebut dapat digunakan modal untuk membeli ternak atau usaha  lain. “Daripada tidak menerima, lebih baik diminta sajalah,” kata Munthe.

Kendati demikian, Munthe yang ditemani teman satu kampungnya, menerima BLSM daripada tidak menerima sama sekali, setidaknya dengan BLSM yang mereka terima dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.(nlm)